5 Komponen Penting Buat Trik Tangani Anak Autis Tantrum
Untuk mengatasi masalah ini, ibu harus mengabaikan anak saat menjatuhkan mainan. Jika ibu konsisten mengabaikan perilaku bermasalah ini, kemungkinan besar anak akan mengurangi aksinya karena perilaku tersebut tak menghasilkan efek yang dia cari.
Lama-lama, anak akan mengerti bahwa tantrum bukanlah cara yang tepat untuk menarik perhatian orangtua atau untuk memaksakan kehendaknya sendiri.
Dr. Howard seorang terapis anak menyarankan untuk menjaga kondisi rumah senormal mungkin. Jika memang diperlukan perubahan, maka cobalah untuk mengisi rutinitas bersama dengan anak.
Cara mengatasi anak tantrum sekaligus mencegahnya ialah dengan membantu anak belajar melakukan sesuatu. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana sebelum beralih ke tugas yang lebih menantang.
Faktor utamanya anak tidak bisa mengomunikasikan apa yang diinginkan. Kita sebagai orang tua kadang gak ngerti apa yang anak kita berusaha sampaikan, demikian juga anak kita gak paham apa yang orang tuanya sampaikan.
Mengalihkan perhatian si kecil yang sedang tantrum dengan mainan kesukaannya, mainan baru, film favorit atau nyanyian lembut sangat efektif. Tapi cara seperti ini lebih sesuai untuk si kecil yang masih sulit mengutarakan perasaannya lewat komunikasi verbal.
#kanker kolorektal #palawija #memutihkan wajah alami #kanker #makanan #usus besar #stroke #perbedaan sunblock dan sunscreen #janin tidak aktif bergerak seperti biasanya #penyebab kaki kesemutan Kompas.com
Lantaran tak bisa mengungkapkan perasaan dengan benar, anak kecil akan menunjukkan bahwa mereka kesal Cara Mengatasii Tantrum Anak Autis atau frustrasi dengan ledakan atau amukan. Tantrum bisa terjadi saat anak sedang lelah, lapar, atau tidak nyaman.
Tidak mudah merasa sakit, misalnya saat jatuh tidak menangis (baca: Pertolongan pertama bayi jatuh dari tempat tidur – Efek bayi tidur dari tempat tidur)
Anak Anda tampaknya sangat tidak menyenangkan, banyak menuntut, dan hampir tidak pernah bisa diajak bekerja sama.
Ingat, tantrum itu normal. Semua keputusan ada orang tua dan pengasuh untuk membantu anak-anak dalam mempelajari keterampilan baru untuk menghadapi perasaan baru yang akan mereka hadapi saat mereka mempelajari keterampilan baru.
Anak-anak dengan Childhood Disintegratiive Ailment ini seringkali memperlihatkan luapan emosi yang cukup berlebihan seperti tantrum, ketakutan pada hal – hal tertentu dengan tidak wajar, juga tertawa bahkan menangis tanpa ada sebab yang jelas. Selain gangguan pada emosi, pada anak-anak ini sering pula terlihat adanya gangguan sensorik, misalnya keinginan menggigit – gigit suatu bendadan juga menciumnya, serta kurang suka melakukan kontak fisik misalnya dipeluk maupun dielus.
Saat anak Anda mulai lelah,jangan paksa mereka melakukan hal yang cukup berat. Seperti halnya bukan waktu terbaik untuk berbelanja atau mencoba melakukan tugas lain.
Tanda di atas bisa menjadi risiko gangguan emosional pada anak. Oleh sebab itu, jika sudah dirasa berlebihan Anda bisa berkonsultasi pada dokter.